Euphorbia Francoisii

Posted by rizna at 9:03 PM

Sunday, April 13, 2008

Pulau Madagaskar memang mempunyai keanekaragaman hayati yang membuat kita kagum. Bukan hanya Pachypodium tetapi juga beragam jenis Euphorbia. Bila kita mengenal hanya Euphorbia Milii, maka di Madagaskar punya beragam jenis Euphorbia yang indah. Salah satunya adalah Euphorbia Francoisii Pulau Madagaskar memang mempunyai keanekaragaman hayati yang membuat kita kagum. Bukan hanya Pachypodium tetapi juga beragam jenis Euphorbia. Bila kita mengenal hanya Euphorbia Milii, maka di Madagaskar punya beragam jenis Euphorbia yang indah. Salah satunya adalah Euphorbia Francoisii.

Asal Muasal
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, Euphorbia ini berasal dari pulau Madagascar. Seragam dengan euphorbia ini adalah E. Cylindrifolia, E. Ambovombensis, E. Decaryi dan E. Cap-Saintemariensis yang mempunyai form yang hampir sama dan berasal dari wilayah yang sama. Ditemukan dan dilaporkan pertama kali oleh Jacques Désiré Leandri pada tahun 1946. Mungkin karena si penemu ini berbangsa Perancis, maka dinamakan E. Francoisii.

Daun Ungu Tua, Berbonggol dan Bunga Hijau
Morfologinya unik dan membuat berdecak kagum. Daun menjuntai panjang dan berwarna ungu tua atau coklat. Mempunyai bonggol yang cukup menarik. Bila berbunga maka berwarna hijau dan berbentuk seperti bunga euphorbia pada umumnya. Batang tidak berduri seperti pada banyak jenis euphorbia, hanya berbulu. Tingginya paling banter 30-50 cm dan bersifat menggerombol. Usia dapat mencapai puluhan tahun seperti pada umumnya tanaman sukulen.

Karena kecantikannya ini maka euphorbia ini cukup kondang di negara Eropa dan Amerika. Mungkin di Indonesia tidak begitu karena tidak pernah ditawarkan secara umum. Disini orang lebih tahu dan senang melihat bunga dari euphorbia milii.

Lingkungan Tinggal
Di tempat asalnya euphorbia ini tinggal di tanah berbatu dan kering. Iklimnya adalah sub tropis. Jadi bisa dikatakan bahwa lingkungannya cukup ekstrim. Sinar matahari mutlak dibutuhkan, walaupun di tempat asalnya tinggal diantara batu-batuan.

Merawat
Bukan hal yang sulit untuk merawat euphorbia ini. Pastikan saja medianya poros. Media yang sudah diujikan adalah pasir malang kasar : kompos kering : sekam bakar = 2:1:1. Bisa juga digunakan batu perlite/batu apung sebagai pengganti pasir malang. Dalam masa pertumbuhan dapat diberikan pupuk sebulan sekali dengan dosis 1/4.

Pemberian air juga mutlak diperhatikan. Kalau media poros sekali, dapat diberikan 3 hari sekali. Apabila cukup padat bisa diberikan air 1 minggu sekali. Bila musim hujan dapat diberikan air 1 minggu sekali plus diberikan fungicida agar tidak terkena jamur.

Hama tanaman ini hampir sama dengan adenium. Tapi menurut pengalaman hampir tidak ada hama selama ini. Supaya aman, bisa berikan antihama setahun 2x.

Dimana Mendapatkannya?
Sulit dijawab, tapi mungkin dapat dipesan atau dicari di tempat penjual kaktus atau sukulen. Saya sendiri mendapatkannya dengan langsung membeli dari nursery di Jerman. Tapi kalau anda benar2x berniat mungkin bisa titip pesan dengan importir yang biasa menjual kaktus dan sukulen di Indonesia yang tersebar di kota Bogor, Malang dan Bandung.

Daniel Hendrawan
daniel @ daniel@dokterniken.com
Sumber :
kebonkembang.com
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya

0 comments: